Hari Kesehatan Nasional 2022

Pengertian dan Sejarah HKN

Tanggal 12 November pada tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Peringatan ini bermula ketika terjadi wabah penyakit malaria di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 1959. Pemerintah berinisiatif membentuk Dinas Pembasmian Malaria untuk pertama kalinya sebagai upaya mengatasi masalah tersebut. Pembasmian malaria dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) secara massal di rumah-rumah warga di daerah Jawa, Bali, dan Lampung. Presiden Soekarno pun secara simbolis melakukan penyemprotan pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta. Upaya pembasmian malaria juga dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat hingga akhirnya puluhan juta penduduk sudah mendapatkan perlindungan dari penyakit malaria lima tahun kemudian. Pada bulan Januari 1963, Dinas Pembasmian Malaria diubah namanya menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria atau KOPEN (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022; Moris, 2021).

Hari Kesehatan Nasional dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan. Begitu juga di tahun ini, ada beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati HKN ke-58, yaitu diawali dengan upacara di Lapangan Upacara Gedung Kementerian Kesehatan secara hybrid. Kemudian ada pula acara tabur bunga yang meliputi mengheningkan cipta dan doa bersama untuk mengenang para pahlawan kesehatan. Tabur bunga ini dilaksanakan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan dan San Diego Hill, Karawang. Kegiatan lainnya adalah pengabdian masyarakat, seminar ilmiah, lomba-lomba dan olah raga, publikasi dan penghargaan, serta public health fair. Rangkaian kegiatan ini dibuat supaya semua sektor masyarakat semakin sadar tentang pentingnya kontribusi dalam pembangunan kesehatan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022).

Tema dan Logo HKN 2022

Logo Hari Kesehatan Nasional 2022

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 tahun 2022 mengusung tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”. Tema ini mendeskripsikan kebangkitan semangat dan optimisme seluruh masyarakat Indonesia yang bersama-sama, bahu-membahu, dan bergotong royong menghadapi situasi pandemi sehingga masyarakat Indonesia dapat kembali sehat dan tumbuh untuk beraktivitas dan produktif (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022).

Sedangkan logo HKN tahun ini, memiliki simbol 58 sebagai tanda peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-58 di tahun 2022. Logo HKN ke-58 yang berbentuk kupu-kupu ini terinspirasi dari metamorfosisnya. Metamorfosis adalah suatu proses perubahan bentuk atau transformasi sehingga filosofinya, layaknya kupu-kupu, logo tersebut menggambarkan suatu transformasi kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Selain itu, terdapat pula lingkaran di bagian kepala yang menggambarkan kekuatan, tekad, dan semangat demi mencapai sesuatu yang maksimal. Kedua sayap kupu-kupu menggambarkan keseimbangan yang diharapkan bisa mengingatkan bahwa derajat kesehatan masyarakat akan terwujud apabila seluruh komponen turut berperan serta dalam upaya kesehatan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022; Raspati, 2022).

Tips Tetap Sehat dan Produktif di Kala Pandemi

Sesuai dengan tema HKN ke-58, yaitu “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”, maka sudah sepantasnya kita berusaha untuk menjaga kesehatan dan produktivitas. Kedua hal tersebut saling berkaitan terhadap kelangsungan aktivitas sehari-hari. Orang yang tidak sehat tidak akan bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik atau dengan kata lain produktivitas kerjanya menurun. Ada beberapa tips untuk menjaga produktivitas kerja tetap maksimal dengan tetap sehat dan bugar, antara lain:

  1. Kesehatan mental harus selalu diperhatikan
    Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang pekerjaan memberikan tekanan dalam diri yang akhirnya berefek pada perasaan. Jika tidak dikelola dengan baik, perasaan buruk akibat tekanan pekerjaan bisa menyebabkan stres bahkan sampai muncul perasaan terisolasi. Stres yang berkepanjangan sangat bisa berdampak pada kesehatan fisik. Dengan begitu, produktivitas kerja pun akan terganggu. Oleh karena itu, kesehatan mental tidak boleh diabaikan.
  2. Tetap melakukan interaksi sosial
    Stres bisa dihindari dengan cara berinteraksi dengan keluarga atau teman. Mengobrol dengan orang lain bisa membuat kita lupa tentang masalah walaupun hanya untuk sesaat. Terlebih lagi di tengah pandemi seperti ini, tingkat stres masyarakat meningkat karena interaksi terbatas.
  3. Tubuh membutuhkan peregangan
    Selama pandemi, segala pekerjaan dialihkan menggunakan komputer, laptop, dan handphone. Terlalu lama menatap layar membuat tubuh cepat lelah. Oleh karena itu, peregangan sesaat perlu dilakukan supaya tubuh segar.
  4. Berolahraga dengan teratur
    Selain untuk menjaga kesehatan, olah raga bisa meningkatkan produksi hormon endorfin yang berefek pada peningkatan mood. Dengan olah raga, tubuh bisa terhindar dari penyakit dan stres.
  5. Menjaga asupan makan dan dengan baik
    Kecukupan gizi menjadi kunci tubuh mendapat energi untuk beraktivitas. Makanan yang dikonsumsi setiap hari sebaiknya mengandung nutrisi yang cukup, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, hingga nutrisi lainnya. Minum air putih yang cukup, sekitar dua liter perhari, juga membantu menjaga konsentrasi selama bekerja.
  6. Membuat jadwal rutinitas
    Penuhnya jadwal terkadang membuat seseorang melewatkan jam makan. Hal tersebut nantinya akan berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, kita bisa membuat jadwal kegiatan supaya segala aktivitas tidak ada yang terlewat. Adanya jadwal rutinitas juga bisa membuat kita lebih rajin dan produktif karena tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
  7. Menjaga kebersihan diri dan area kerja
    Kebersihan adalah pangkal dari kesehatan. Menjaga kebersihan diri dan area kerja akan meningkatkan rasa nyaman selama bekerja. Dengan begitu, produktivitas bisa meningkat.
  8. Menjaga pola tidur
    Seseorang dengan aktivitas yang terlalu banyak cenderung mengesampingkan waktu istirahatnya. Padahal, istirahat yang cukup adalah salah satu kunci penting bagi tubuh untuk bisa bekerja dengan optimal. Normalnya, seseorang membutuhkan durasi tidur 7-9 jam per hari. Sleep hygiene juga bisa dicapai dengan membuat suasana kamar senyaman mungkin untuk istirahat.
  9. Perlu melakukan pemeriksaan rutin atau medical check up ke dokter
    Pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit atau mencegah meningkatnya keparahan penyakit. Dengan pemeriksaan rutin, kita bisa tahu kondisi tubuh kita.

(Hellen, 2022).

Leave a Reply

Your email address will not be published.